Categories

Showing posts with label agronomi. Show all posts
Showing posts with label agronomi. Show all posts

Sunday, June 19, 2011

PERTANIAN KOTA (URBAN FARMING)

Pertanian perkotaan merupakan sebuah upaya pemanfaatan ruang minimals yang terdpat di perkotaan untuk dimanfaatkan agar dapat menghasilkan produksi. Produksi ini berkaitan dengan pmenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan hidup ditengah polusi udara perkotaan dan menghadirkan nuansa estetika di rumah kota. pertanian kota tidak hanya melibatkan pemikiran orang-orang yang telah lama terlibat dalam dunia pertanian, akan tetapi juga melibatkan peternakan, perikanan bahkan kehutanan. Semua dibangun dalam sebuah tatanan holistisitas kehidupan bermasyarakat.Kegiatan ini juga dapat dilakukan di daerah pinggiran kota, bahkan di darah kecil sekalipun.
Daerah pinggiran kota kadang hanya dimanfaatkan sebagai ruang pengolahan limbah dan penmpatan pembuangan akhir sampah masyarakat urban. Sehingga perilaku hidup bersih dan shat sangat jauh dari masyarakat yang hidup di sekitarnya. Ketersediaan unsur-unsur pendukung kehidupan seperti air, udara, dan makanan yang sehat adalah dasar dari kebutuhan hidup bersih dan sehat tersebut.
Pertanian kota umumnya dilakukan untuk menghasilkan pendapatan atau makanan-kegiatan yang menghasilkan, meskipun dalam beberapa komunitas dorongan utamanya adalah rekreasi dan relaksasi. Pertanian kota memberikan kontribusi untuk keamanan pangan dalam dua cara: pertama, meningkatkan jumlah makanan yang tersedia bagi orang yang tinggal di kota, dan kedua, memungkinkan sayuran segar dan buah-buahan dan produk daging yang akan dibuat tersedia untuk konsumen perkotaan. A common and efficient form of urban agriculture is the biointensive method. Bentuk umum dan efisien perkotaan pertanian adalah biointensive metode. Because urban agriculture promotes energy-saving local food production, urban and peri-urban agriculture are generally seen as sustainable agriculture . Karena pertanian perkotaan mempromosikan hemat energi produksi pangan lokal, perkotaan dan pinggiran kota pertanian umumnya dipandang sebagai pertanian berkelanjutan .

SEJARAH PERTANIAN KOTA
Pertanian kota awalnya didasari oleh terjadinya pengakuan degradasi kualitas lingkungan hidup perkotaan. Kemudian mengilhami lahirnya skema besar tentang pengelolaan kota di seluruh kota yang ada di dunia. Inspirasi yang ada juga dapat terlihat dari pembangunan Machu Picchu (kota kerajaan yang terletak di atas pegunungan pada puncak Kekaisaran Inca tahun 1450). Komunitas limbah digunakan dalam kuno Persia untuk memberi makan pertanian perkotaan. Dalam Machu Picchu air dilestarikan dan digunakan kembali sebagai bagian dari arsitektur melangkah dari tempat tidur kota dan sayuran dirancang untuk mengumpulkan sinar matahari dalam rangka untuk memperpanjang musim tanam. Kebun Penjatahan muncul di Jerman pada awal abad 19 sebagai respon terhadap kemiskinan. Upaya ini dilakukan oleh warga untuk mengurangi tekanan pada produksi makanan yang untuk mendukung upaya perang. Komunitas berkebun di kebanyakan komunitas yang terbuka untuk umum dan menyediakan ruang bagi warga untuk membudidayakan tanaman untuk makanan atau rekreasi. A community gardening program that is well-established is Seattle's P-Patch . Sebuah komunitas berkebun program yang mapan Seattle P-Patch . Akar rumput permakultur gerakan telah sangat berpengaruh dalam kebangkitan pertanian perkotaan di seluruh dunia.

Ide produksi makanan tambahan di luar operasi pedesaan kita pertanian dan luas impor jauh lama tidak baru, dan telah benar-benar berguna selama waktu perang dan Depresi Besar ketika makanan masalah kekurangan muncul. Pada awal 1893, warga depresi melanda Detroit-diminta untuk menggunakan lahan kosong untuk menanam sayuran. Mereka dijuluki Patch Kentang Pingree setelah walikota, Haze S. Pingree, yang datang dengan ide untuk memulai dengan. Dia dimaksudkan untuk kebun-kebun untuk menghasilkan pendapatan, pasokan makanan, dan bahkan meningkatkan kemandirian diri selama masa kesulitan. Selama Perang Dunia presiden pertama Woodrow Wilson dipanggil semua warga Amerika untuk memanfaatkan setiap ruang terbuka yang tersedia untuk pertumbuhan makanan, ia melihat ini sebagai cara untuk menarik kita keluar dari situasi yang berpotensi merusak. Karena kebanyakan dari Eropa dikonsumsi dengan perang, mereka tidak dapat menghasilkan pasokan makanan yang cukup untuk dikirim ke AS dan rencana baru diterapkan dengan maksud untuk memberi makan AS dan bahkan pasokan surplus negara-negara lain yang membutuhkan. Pada tahun 1919 lebih dari 5 juta plot tumbuh makanan dan lebih dari 500 juta pon produksi dipanen. Sebuah praktik yang sangat mirip mulai digunakan selama Depresi Besar yang memberikan tujuan, pekerjaan, dan makanan untuk orang-orang yang dinyatakan akan tanpa apa-apa selama masa-masa yang keras seperti itu. Dalam hal ini upaya-upaya ini membantu untuk meningkatkan semangat sosial serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari 2,8 juta dolar makanan dihasilkan dari kebun subsisten selama Depresi.Pada saat Perang Dunia Kedua Perang Administration / Makanan mendirikan sebuah Taman Nasional yang Program Kemenangan berangkat untuk membangun pertanian secara sistematis berfungsi dalam kota. Dengan rencana baru dalam aksi, sebanyak 5,5 juta orang Amerika mengambil bagian dalam gerakan kebun kemenangan dan lebih dari 9 juta pon buah / sayuran tumbuh tahun, akuntansi untuk 44% dari produksi AS tumbuh sepanjang waktu itu. Dengan kesuksesan masa lalu dalam pikiran dan dengan teknologi modern, pertanian perkotaan hari ini dapat menjadi sesuatu untuk membantu baik negara maju dan berkembang.

PERSPEKTIF DASAR PERTANIAN KOTA
Pertanian kota didasar akan perspektf nilai ekonomis dan lingkungan. keterbatasan lahan yang ada bukanlah hal yang menjadi hambatan untuk mengaktualkan potensi nilai ekonomi yang dimilikinya. Lahan tersebut dioptimalkan untuk ditanami tanaman-tanaman dengan nilai ekonomi tinggi seperti tanaman pangan, tanaman hias, dan tanaman penyuplai oksigen dalam jumlah besar.
Selain itu perspektif lingkungan pun turut mendukung. Isu Global warming, tingginya polusi udara di perkotaan merupakan ancaman bagi masyarakat kota. Hidup yang sehat dapat terwujud jika dimulai dengan pembangunan berprespektif menjaga lingkungan. Atau memandang bahwa manusia bukanlah hal yang terpisah dari lingkungan dan begitupun sebaliknya. Antara lingkungan dan manusia adalah hal yang satu dalam alam raya ini.
Jarak perkotaan yang jauh dari sumber produksi pangan juga menjadi alasan pentingnya pertanian perkotaan. kesegaran makanan yang tersedia seperti sayur dan buah mengalami degradasi kualitas dalam perjalanannya. hal yang bisa dilakukan adalah memperdekat akses terhadap bahan makanan tersebut.Akses ke makanan bergizi adalah perspektif lain dalam upaya untuk mencari produksi pangan dan ternak di kota-kota. Dengan in-put luar biasa dari populasi dunia untuk daerah perkotaan, kebutuhan makanan segar dan aman pun meningkat.

APLIKATIF
Kesadaran masyarakat kota sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungannya. Skema gagasan Pertanian Kota merupakan hal yang sangat mudah untuk dilakukan oleh masyarakat kota. Mulai dari optimalisasi Lahan hingga pemanfaatan limbah rumah tangga untuk dimagunakan kembali. didukung pula daya beli masyarakat kota untuk mendesain pertanian yang ada di rumahnya. Beberapa hal yang biasa dilakukan dalam masyarakat kota adalah. :

VERTIKULTUR
Lahan yang sempit memang membuat kegiatan berkebun jadi kurang leluasa, namun dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, berkebun menjadi lebih menyenangkan dengan kuantitas yang dapat ditingkatkan. Vertikultur adalah pola bercocok tanam yang menggunakan wadah tanam vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan. Pada kesempatan ini saya tertarik mencoba vertikultur dengan bambu berdiri sebagai wadahnya. Karena skalanya percobaan, saya hanya menggunakan dua batang bambu. Tidak semua jenis tanaman bisa atau cocok untuk vertikultur. Untungnya, hampir semua jenis sayuran bisa digunakan, yang kebetulan juga memang sesuai keinginan saya berkebun sayur mayur untuk kepentingan dapur. Dalam hal ini saya memilih tomat dan cabe merah. Untuk media tanam saya gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam. Saya menggunakan bahan dan pola organik dalam bercocok tanam.

AQUAPONIK
Aquaponik adalah kombinasi menarik antara Akuakultur dan Hidroponik yang mampu mendaur ulang nutrisi, dengan menggunakan sebagian kecil air daur ulang hingga memungkinnya pertumbuhan ikan dan tanaman secara terpadu. Sistim ini sebenarnya sudah biasa dipakai para petani Indonesia khusunya di Jawa. Yakni apa yang disebut dengan tumpang sari. menanam padi di sawah, sekaligus memelihara ikan di lahan persawahan itu. Hanya saja pada aquaponik media tumbuh tanaman tidak di atas tanah, namun menggunakan media tanam (grow beds) seperti batu kerikil.

HIDROPONIK
Hidroponik (latin; hydro = air; ponos = kerja) adalah suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah.

TAMAN MINIMALIS
Pekarangan Rumah yang sempit bukanlah batasan untuk melahirkan nuansa estetis dan kenyamanan. Taman minimalis menjadi trend perumahan yang menjadi pilihan favorit para konsumen rumah yang menjadi simbol baru kehidupan masyarakat kosmopolitan, yang merupakan refleksi cara hidup – berpikir – dan bekerja masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan.
Semoga gagasan akan pertanian kota ini dapat terpahami dengan baik, agar kelak kita dapat hidup dengan nyaman dan turut terlibat dalam menjaga kualitas dunia kita. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan buat anak cucu kita nanti. Maka dari itu, mulailah dari hal kecil, saatnya untuk mulai dari rumah anda dan mulai hari ini.
Duniamu, dunia ku, dunia kita semua.

Thursday, November 12, 2009

Perkebunan Picu Konversi Lahan Pertanian Besar-besaran

Maraknya pembukaan perkebunan yang berlangsung secara besar-besaran sebagai salah satu penyebab berkurangnya lahan produktif pertanian. Bahkan dua pulau di Indonesia, Kalimantan dan Sumatera, menjadi penyumbang alih fungsi lahan terbesar di Tanah Air.
“Untuk kawasan Sumatera sendiri, seperti yang disampaikan, eksploitasi areal sawit telah mengganti tanah-tanah subur pertanian,” kata Sekretaris Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Pusat Prof Sudirman Yahya pada acara Simposium dan Seminar Nasional Peragi di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (27/10).
Tiap tahun, kata Sudirman, luas lahan sawah di Indonesia berkurang hingga mencapai 10.000 hektar yang tidak hanya dijadikan perkebunan tetapi ke fungsi lain. Selain itu, konversi lahan sawah ke penggunaan non- pertanian seperti kompleks perumahan, kawasan industri, kawasan dagang, dan sarana publik menimbulkan dampak bagi ketahanan pangan.
“Konversi lahan merupakan ancaman serius, mengingat konversi lahan tersebut sulit dihindari sementara dampak yang ditimbulkan terhadap masalah pangan bersifat permanen, kumulatif, dan progresif,” ucap Sudirman.
Sudirman dalam seminar bertema Peranan Ahli Agronomi dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Energi Nasional lebih jauh mengatakan, bila operasi pembukaan lahan secara kontinu terjadi, hasilnya akan sedikit lahan untuk dipakai bercocok tanam.
Konversi ini, kata Sudirman, secara tak langsung membuat identitas masyarakat Indonesia yang agraris akan hilang akibat industrialisasi perkebunan. “Kenyataannya, butuh proteksi kebijakan untuk memastikan kelangsungan areal tani kita tidak berkurang dan tidak berubah dengan tanaman lain,” tandas Sudirman yang dari IPB ini.
Sudirman mengharapkan, dengan disahkannya Undang-undang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menjadi sinyal positif dalam mendukung swasembada pangan. Karena menjadi pekerja di lahannya sendiri. Tetapi lanjut dia, pemerintah harus mempersiapkan instrumen lanjutan seperti peraturan pemerintah dan lainnya untuk mendukung jalannya Undang-undang itu.
Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumut beberapa waktu lalu merilis akibat terjadinya penyalahgunaan ruang pertanian sawah menjadi lahan non pertanian, di Sumut saja per keluarga hanya bisa menikmati 1,19 hektar.
Di samping itu kata Ketua SPI Sumut Wagimin, agenda liberalisasi di bidang pangan dan pertanian semakin menggila semenjak keluarnya Inpres No 5 tahun 2008 tentang fokus program ekonomi 2008-2009. Di Inpres itu secara terbuka diatur sejumlah konsesi untuk perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di bidang pangan dengan skala yang luas (food estate).
“SPI sendiri meminta supaya pemerintahan kedepan fokus pada komitmen program redistribusi sumber agraria terutama tanah, air dan benih untuk petani tak bertanah, petani kecil, komunitas adat lokal dan kaum perempuan disertai dengan kepastian haknya,” kata Wagimin.

sumber :medanbisnisonline.com

Alumni UIR Ikuti Program Double Degree di Thailand; Temukan Pembungaan Awal pada Kelapa Sawit

Laporan Abu Kasim, Siak abukasim@riaupos.com
Salah seorang alumni Universitas Islam Riau (UIR) Khairunnizam MP MSc menjadi delegasi mahasiswa Provinsi Riau yang saat ini telah berhasil menyandang gelar keserjanaan ganda (double degree) tahun ajaran 2009.

MELALUI karya ilmiah di bidang Bioteknologi Agroindustri tanaman sawit, yang saat ini telah diterima di Jurnal Internasional, Thailand. Khairunnizam yang saat ini berada di Prince of Songkla University, Thailand melalui surat elektroniknya kepada Riau Pos, Ahad (8/11) mengatakan, derap kemajuan pendidikan nasional perlahan berubah ke arah perbaikan yang positif, dengan menyelaraskan kurikulum terapan berskala internasional dan berorientasi kualitas.

Menurutnya, melalui program double degree binaan Depdiknas RI, program binaan beasiswa unggulan yang ditawarkan adalah bioteknologi agroindustri melalui skema kemitraan antara Universitas Brawijaya dengan Prince of Songkla University, Thailand.

Menurut putra kelahiran Bengkalis, dari 47 delegasi mahasiswa Indonesia yang sebelumnya direkrut melalui proses rekrutmen mahasiswa yang ketat, dari hampir seluruh universitas terkenal di Indonesia, kemudian bagi yang lolos seleksi diberikan kesempatan kuliah di Thailand yang tersebar di lima universitas besar di Thailand. Dari sekian wakil mahasiswa Indonesia hanya satu orang alumni UIR, yakni dirinya yang menciptakan karya ilmiah di bidang Bioteknologi Agroindustri tanaman sawit yang saat ini telah diterima di Jurnal Internasional.

Khairunnizam telah mampu membuktikan kemampuannya dan berhasil mengukir prestasi belajar di Thailand pada jenjang Strata 2 (S2) dengan hasil yang sangat memuaskan. Selain sukses menyumbangkan prestasi mahasiswa alumni UIR ini juga melalui sentuhan kreatif anak negeri berhasil menciptakan temuan baru yaitu pembungaan awal kelapa sawit pada kondisi dalam botol in vitro diharapkan nantinya umur produksi panen kelapa sawit selain singkat sekaligus menghasilkan bobot buah yang berkualitas.

“Ini sebuah sumbangan kreasi sebagai kembangaan Provinsi Riau dan Indonesia umumnya, karena dapat sejajar dengan mahasiswa India, Cina, Bangladesh, Iran, Nepal, United Kingdom (UK) dan Thailand sendiri yang kita anggap lebih maju pertaniannya,” papar putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Makruf dan Atimah.

Saat ini ia yang disibukkan aktifitasnya pada pengembangan riset, dan melanjutkan di program PhD di Prince of Songkla University juga ditunjuk oleh pihak universitas menjadi wakil presiden BEM untuk urusan mahasiswa internasional. Ketika dikonfirmasikan langsung kepada yang bersangkutan sebelum berita ini dimuat di Riau Pos, juga sudah dimuat di Good News, telah dikonfirmasikan terlebih dahulu oleh Gubernur Riau H Rusli Zainal SE MP.

Menurut Izam panggilan akrab Khairunnizam, sambutan Gubernur Riau menyambut baik program ini, karena ukuran orientasinya adalah menciptakan karya kreasi anak negeri yang kompetitif dan berkualitas, terlebih lagi ini adalah program nasional binaan mahasiswa unggulan Depdiknas pusat yang output-nya bermanfaat untuk mengisi dan memberikan kontribusi dalam pembangunan pendidikan di daerah Riau.

“Gubernur Riau juga menyampaikan sumbangan prestasi ini diharapkan akan menjadi trigger motivasi bagi mahasiswa Riau untuk dapat menciptakan lebih banyak lagi kreasi dari anak negeri ini, baik di skala nasional maupun international. Salah satu slogan yang ia yakininya adalah rooting local thinking global,” ujarnya.(ila)

Saturday, November 7, 2009

agronomi?

Agronomi merupakan salah satu cabang ilmu terapan dalam biologi yang mempelajari pengaruh berbagai aspek biotik dan abiotik terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Cakupan aspek biotik meliputi individu itu sendiri, individu lain yang sejenis, atau individu lain yang berbeda jenis. Cakupan aspek abiotik meliputi semua komponen tidak hidup yang mempengaruhi kehidupan individu yang dipelajari.

Orang sering menyamakan agronomi dengan ilmu pertanian (dalam arti sempit: hanya untuk tanaman). Agronomi lebih khusus mempelajari teknik bercocok tanam atau budidaya tanaman